ruang mimpi masa lalu

15 May 2010

Ruang itu,

Seperti sofa tua yang selalu nyaman

Seperti selimut halus yang selalu penuh kehangatan

Seperti buku harian yang selalu jadi pendengar yang baik

Seperti hanya diterangi cahaya lilin namun yang tidak pernah padam

Di dalamnya terlalu sempit karena penuh dengan hal-hal manis

Di dalamnya waktu seperti berhenti pada saat yang paling merindu, selalu saja senja

Namun,

Ketika badai datang, ternyata banyak celah tak terlihat yang mempersilahkan angin dingin masuk sampai ke setiap sudut

Membuat apa saja yang meringkuk agar tetap hangat, membeku

Sepertinya badai tidak lagi terjadi di luar, tapi di dalam

Bahkan airmata tak mampu mengisi kekosongan, segalanya menjadi lembab dan semakin rapuh

Berubah menjadi seperti sebuah ruangan yang ‘pernah’ digunakan

Kenangan yang ada terjatuh entah di sudut mana tanpa suara

Kini,

Aku memandang ke dalam, dari luar

Hanya bisa merindukan apa yang tidak terlupakan dari dalamnya ketika melewatinya diperjalanan

Seperti seorang penjaga pintu yang kehilangan kunci nya

Tidak ada yang bisa masuk dan tidak ada yang bisa keluar

…selamat tinggal tanpa kata kepada ruang mimpi masa lalu

seperti seorang kekasih aku mengingat nya

seperti seorang yang hendak pergi aku melupakan nya


viva emptiness by otanisan


TAGS


-

Author

Search

Recent Post